Setiap wanita normal pastinya pernah mengalami keputihan. Keputihan sendiri merupakan peristiwa keluarnya cairan dari dalam area kewanitaan sebagai wujud dari adanya mekanisme kerja vagina untuk membersihkan dirinya sendiri. Dalam hal ini, cairan keputihan yang keluar akan membawa sel-sel dan bakteri mati. Pada umumnya, keputihan dibagi menjadi dua golongan yakni keputihan normal (fisiologis) dan keputihan tidak normal (patologis). Keputihan normal adalah hal yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan atau ditangani secara khusus, pasalnya hal tersebut justru mengindikasikan bahwa organ reproduksi wanita dalam keadaan sehat. Suatu keputihan dikatakan normal apabila cairan yang dikeluarkan tidak memiliki warna, alias transparan. Biasanya keputihan ini terjadi secara rutin setiap bulan, sebelum dan sesudah masa menstruasi. Bagi Anda para wanita yang mengalami keputihan seperti demikian, sudah seharusnya Anda berbangga dan tidak perlu cemas karena Anda adalah wanita yang normal.

Namun, Anda perlu waspada jika keputihan patologislah yang menimpa diri Anda. Hal ini dikarenakan keputihan patologis terjadi akibat ada sesuatu yang salah dengan sistem reproduksi Anda. Kemungkinan besar terjadi infeksi dalam area kewanitaan Anda, yang bisa disebabkan karena adanya bakteri, jamur, virus, atau parasit-parasit lainnya. Kebanyakan wanita mengaku resah dan tidak percaya diri saat mengalami keputihan jenis ini. Keputihan tidak normal biasanya ditandai dengan bau menyengat dari cairan yang disertai dengan rasa nyeri pada saat buang air kecil. Selain itu, warna dari keputihan patologis pun tidak bening layaknya pada keputihan normal. Ada beragam warna sesuai dengan keparahan keputihan. Jika Anda mengalami hal ini, sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter yang ahli dalam bidangnya. Namun, keputihan juga bisa dihilangkan menggunakan bahan-bahan alami yang tepat. Bagi Anda yang belum tau cara menghilangkan keputihan dengan bahan-bahan alami, maka simaklah penjelasan berikut ini!

www.pexels.com

Cara Menghilangkan Keputihan dengan Bahan Alami

Bisa dibilang menangani keputihan adalah hal yang gampang-gampang susah. Pada saat keputihan, Area kewanitaan akan sangat sensitif terhadap hal-hal yang justru akan memperparahnya. Jika Anda mengalami peristiwa dengan nama latin Flour Albus ini, Anda harus menghindari pemakaian benda-benda yang berbau seperti tisu basah, detergen, sabun wangi, gel, dan antiseptik. Kebanyakan wanita memang menggunakan benda-benda tersebut untuk menghilangkan bau pada saat keputihan. Tetapi, sebenarnya hal tersebut justru berbahaya bagi kesehatan Anda. Pemakaian benda tersebut bisa mempengaruhi keseimbangan pH serta bakteri dalam vagina. Jika terpaksa harus menggunakan sabun, sebaiknya Anda menggunakan sabun yang tidak berbau. Akan lebih baik jika dibersikan menggunakan air hangat saja. Adapun cara alami untuk menghilangkan keputihan adalah sebagai berikut:

  1. Mengonsumsi Jamu Kunyit

Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang biasanya digunakan sebagai bumbu masakan yang lezat. Namun, tahukah Anda jika kunyit memiliki manfaat yang berlebih di samping sebagai bumbu masakan yang nikmat?? Salah satu manfaat kunyit ialah untuk mengatasi keputihan yang disertai dengan rasa gatal dan bau tidak sedap. Kandungan zat anti-bakteri dalam kunyit akan membantu mengatasi keputihan yang seperti demikian. Cara mengatasinya pun terbilang mudah, pasalnya Anda hanya perlu meminum air perasan kunyit yang telah diparut. Kunyit juga dapat Anda jadikan sebagai obat pelancar haid lantaran kunyit mengandung senyawa kurkumin yang berfungsi sebagai zat anti-inflamasi. Cara menghilangkan keputihan dengan kunyit seperti ini tentu tidak akan menimbulkan efek samping tertentu.

  1. Mengonsumsi Bawang Putih

Cara kedua untuk menghilangkan keputihan dengan bahan alami ialah dengan mengonsumsi bawang putih. Bagi Anda yang menekuni dunia biologis tentu saja mengetahui bahwa bawang putih mengandung senyawa anti-bakteri dan anti-jamur. Dengan demikian, hal ini dapat menghambat perkembangbiakan bakteri jahat yang menyebabkan keputihan tidak normal.

www.pexels.com

  1. Minum Air Rebusan Daun Sirih

Manfaat daun sirih bagi kesehatan manusia tampaknya tak bisa jika dihitung dengan jari. Ternyata daun sirih juga bisa digunakan untuk mengatasi keputihan lohh. Bagi sebagian wanita mungkin telah tau bahwa daun sirih merupakan obat alami yang terkenal mujarab untuk mengatasi keputihan. Daun sirih juga mengandung anti-bakteri dan anti-jamur yang bisa membunuh bakteri dan jamur merugikan penyebab keputihan patologis. Karena sudah terbukti khasiatnya, dewasa ini banyak bermunculam produk pembersih area kewanitaan yang menggunakan ekstrak daun sirih sebagai bahan utamanya. Namun, cara alami yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan keputihan dengan daun sirih adalah dengan cara rutin meminum air rebusan daun sirih serta membasuh Vagina dengan air rebusah tersebut.

  1. Meminum Jahe Hangat

Selain kunyit, bumbu dapur yang juga bisa digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi keputihan ialah Jahe. Jahe juga mengandung senyawa anti-bakteri yang dapat membunuh bakteri berbahaya penyebab keputihan tidak normal. Sama seperti sebelumnya, Anda cukup mengomsumsi air rebusan jahe atau yang lebih dikenal dengan wedang jahe.

  1. Mengonsumsi Yogurt

Yogurt merupakan minuman yang mengandung probiotik alami yang berfungsi mengusir bakteri penyebab terjadinya keputihan. Selain menyehatkan, yogurt juga memiliki rasa yang sangat nikmat. Sehingga, Anda tidak perlu lagi khawatir untuk mengonsumsi susu hasil fragmentasi ini.

  1. Mengonsumsi Biji Fenugreek

Satu lagi cara menghilangkan keputihan dengan bahan alami, yakni menggunakan biji fenugreek. Sekilas, mungkin biji tanaman fenugreek ini memang asing apabila terdengar di telinga Anda. Namun, kandungan dari biji ini dapat membantu meningkatkan jumlah Ph pada area kewanitaan. Dengan meminum air rendaman dari biji ini, maka dijamin Anda akan terhindar dari keputihan yang abnormal.

Keenam bahan alami yang telah di atas memang memiliki kandungan anti-oksidan yang dinilai bisa mengatasi keputihan secara alami. Namun jika keputihan tidak normal terus terjadi tanpa penghentian, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Biasanya dokter akan melakukan pengujian lab terhadap cairan keputihan Anda, kemudian memberikan resep obat yang harus Anda konsumsi. Dalam hal ini, Agar keputihan tidak terlalu telat untuk ditangani dan menyebabkan keadaan yang semakin memburuk, Maka Anda harus mengetahui gejala keputihan tidak normal itu seperti Apa.

www.pexels.com

Tanda-Tanda Keputihan yang Tidak Normal

  1. Warna Cairan Tidak Bening (Transparan)

Ciri paling menonjol dari keputihan yang sudah tidak dalam skala normal ialah keluarnya cairan yang berwarna putih pekat, kekuningan, putih kehijauan, atau bahkan kecoklatan yang disertai dengan darah diluar siklus menstruasi. Jika hal tersebut terjadi pada Anda, maka sudah seharusnya diadakan tindak lanjut untuk menangani kasus tersebut.

  1. Berbau Menyengat

Keputihan yang normal umumnya tidak memiliki bau apapun. Namun, jika keputihan disertai dengan bau yang menyengat seperti bau busuk, tandanya keputihan tersebut tidak normal. Keputihan semacam ini biasanya terjadi akibat adanya kuman yang bersarang di dalam area kewanitaan. Meskipun tidak normal, keputihan yang satu ini memang sering terjadi pada kebanyakan wanita dan tidak harus ditangani degan cara pergi ke dokter. Cara menghilangkan keputihan yang berbau dapat dilakukan dengan mengonsumsi bahan-bahan alami seperti yang dibahas sebelumnya.

  1. Menimbulkan Gatal-Gatal di Sekitar Area Kewanitaan

Di samping berbau, keputihan tidak normal juga ditandai dengan sensasi rasa gatal di sekitar vagina. Rasa gatal pada daerah kewanitaan sebaiknya dihilangkan dengan cara membasuh vagina dengan air hangat. Jangan pernah menggaruk karena justru akan menyebabkan infeksi yang lebih parah akibat iritasi kulit area kewanitaan.

  1. Disertai dengan Rasa Nyeri Saat Buang Air Kecil

Apabila keputihan disertai dengan rasa nyeri saat buang air kecil, hal tersebut menandakan bahwa bakteri sudah masuk ke dalam kandung kemih Anda. Jika hal ini tidak ditangani secara khusus, maka dapat membhayakan kesehatan reproduksi Anda.

Nah, itulah tanda-tanda atau gejala yang harus Anda waspadai pada saat mengalami keputihan. Pada dasarnya, keputihan memang terjadi karena ketidaksimbangan hormon ataupun rusaknya keseimbangan pH di dalam vagina. Namun jika keputihan menjukkan ciri-ciri yang tidak normal, maka hal tersebut bisa saja disebabkan karena terdapat berbagai jenis bakteri berbahaya yang bersarang di dalam daerah sensitif wanita. Selai itu, faktor-faktor tertentu juga bisa menyebabkan keputihan tidak normal terjadi.

www.pexels.com

Faktor-Faktor Penyebab Keputihan Tidak Normal

  1. Infeksi Akibat Jamur

Salah satu faktor yang menyebabkan keputihan tidak normal ialah infeksi akibat jamur. Infeksi pada saat keputihan umumnya terjadi karena tumbuhnya jamur candida dan albicans yang terlalu banyak. Pertumbuhan jamur jenis ini akan menyebabkan rasa gatal dan sensasi panas seperti terbakar pada organ intim wanita ketika keputihan. Biasanya infeksi akibat jamur akan membuat vagina memproduksi cairan kotor yang berwarna putih pekat seperti Keju Cottage. Cara menghilangkan keputihan akibat infeksi jamur, tidak lain ialah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat anti-oksidan.

  1. Bakteri Vaginosis

Selain jamur, hal lain yang dapat menyebabkan infeksi pada saat keputihan ialah bakteri. Bakteri vaginosis akan menyebabkan cairan keputihan memiliki bau busuk atau tidak sedap.

  1. Trikomoniasis

Infeksi yang satu ini diakibatkan oleh organisme bersel satu (protozoa) yang hidup di dalam vagina wanita. Hal ini umumnya terjadi karena pemakaian handuk atau baju renang secara bergantian. Dengan demikian, sudah seharusnya Anda tidak berbagi handuk atau bend yang menempel pada tubuh kepada orang lain. Adapun dampak yang timbul akibat infeksi trikomoniasis adalah keluarnya cairan keputihan berwarna kuning atau hijau yang diiringi dengan bau busuk. Selain itu, keputihan akibat trikomoniasis akan disertai dengan rasa sakit, radang, dan gatal-gatal hebat di daerah kewanitaan.

  1. Gonore dan Chlamydia

Jenis infeksi yang satu ini merupakan infensi menular seksual yang membuat organ intim dapat mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan pada saat keputihan.

  1. Gejala Kanker Serviks

Penyakit berbahaya yang dalam dunia medis disebut dengan Human Papillomavirus ini tidak memiliki gejala yang signifikan pada mulanya. Wanita penderita kanker serviks umumnya akan menghasilkan cairan keputihan berwarna coklat yang disertai dengan darah dan bau tidak sedap.

www.pexels.com

  1. Penyakit Peradangan Pelvis

Hal terakhir yang menjadi penyebab terjadinya keputihan tidak normal ialah penyakit peradangan pelvis yang umumnya disebabkan bakteri berbahaya yang masuk ke dalam organ kewanitaan.

Itulah informasi terkait keputihan yang acap kali membuat kaum wanita resah dan tidak percaya diri dalam melakukan berbagai aktifitas. Semoga dengan membaca artikel ini, pengetahuan Anda mengenai kesehatan reproduksi semakin bertambah.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *